Serang!

Genderang babak empat besar divisi satu mulai ditabuh sore nanti di Stadion Manahan Solo. Persibo Bojonegoro, juara grup III, bakal bertemu dengan PSP Padang yang merupakan juara grup I, pada jam pertama.

Bagi kedua tim pertemuan ini merupakan sejarah baru. Sebelum laga sore nanti, kedua tim ini memang belum pemah bentrok. Dari segi “pengalaman”, bisa jadi PSP Padang lebih kenyang ketimbang tim asuhan Gusnul Yakin tersebut.

Tim berjuluk Pendekar Minang ini pernah merasakan ketatnya persaingan divisi utama sebelum akhirnya terdegradasi ke divisi satu pada 2003 lalu, terjerembab di divisi dua pada musim 2005, hingga kembali promosi ke divisi utama tahun ini.

Yang mungkin membuat kedua tim ini memiliki persamaan adalah sama-sama dikenal sebagai jago kandang. Kedua tim selalu menyapu bersih poin tiga angka dari semua laga kandang pada babak sebelumnya. Bedanya, rekor tandang PSP Padang lebih baik daripada Persibo. Sementara tim kebanggaan warga Kota Ledre ini lebih produktif mencetak gol dan lebih sedikit kemasukan gol.

Meski demikian, bagi kedua pelatih pertemuan ini ibarat saling meraba-raba kekuatan lawan. Baik Gusnul Yakin, arsitek Persibo, maupun John Arwandi, pelatih PSP Padang, mengaku sama-sama buta kekuatan lawan.

Bisa jadi pada lima belas menit pertama pertandingan atau bahkan lebih, kedua tim bakal lebih banyak melakukan penjajagan untuk saling mempelajari skema permainan. Namun, tidak menutup kemungkinan keduanya akan langsung menyerang.

“Yang jelas lima belas menit pertama pertandingan akan sangat menentukan,” kata Gusnul Yakin kepada wartawan koran ini, kemarin (6/9).

Karena itu, dia menginstruksikan anak asuhnya agar langsung menyerang dan mencetak gol secepatnya. Instruksi ini perlu ditekankan karena PSP Padang diperkuat Oliver Wandjou yang dikenal memiliki skill yang bagus dan kerap menyumbangkan gol bagi timnya.

“Tapi kita juga menyiapkan Varney Pas Boakai untuk membongkar pertahanan lawan,” ujar pelatih asal Malang ini.

Selain menginstruksikan langsung menyerang, Gusnul juga menyiapkan strategi lain, karena tidak menutup kemungkinan pertandingan bakal berakhir dengan perpanjangan waktu bahkan sampai adu penalti. “Semua sudah kami siapkan,” tambahnya.
(sumber: Radar Bojonegoro / Website Pemkab Bojonegoro)