Sriwijaya FC vs Persibo : Mencetak Sejarah

Copa IndonesiaTekad besar sedang diusung para pemain Persibo menjelang laga leg 1 babak 8 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) menghadapi juara bertahanSriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (28/5).

Bagi Iswandi Da’i dkk. tak ada hal mustahil dalam duel ini. Anak-anak Laskar Angling Darma punya rekor bagus jika bertemu tim-tim elite ISL. Musim ini, dua tim tangguh macam Arema dan Pelita Jaya pun rontok di kaki anak asuh Sartono Anwar. “Anak-anak dalam kondisi fit dan siap tempur. Semua materi telah saya berikan. Mereka tinggal menunggu gong pertandingan saja,” ungkap Sartono.

Apalagi, lanjut ayah kandung stoper Persib, Nova Arianto, ini, fokus pasukannya lebih total setelah menyelesaikan kompetisi Divisi Utama.

“Kami tetap ingin jadi kuda hitam. Ini bisa meringankan beban anak-anak. Tapi, kami tetap akan tampil maksimal. Kami harus bisa memanfaatkan leg pertama ini sebaik mungkin,” katanya.

Tapi, Sartono menginstruksikan anak didiknya bermain lebih sabar dan tak meladeni teknik tinggi yang akan diperagakan pasukan Rahmad Darmawan.

“Secara teknik dan materi tim, kami kalah dari tuan rumah. Tapi, saya akan menandingi itu dengan permainan cepat dan kompak,” ucap Sartono.

Kondisi internalpun sangat kondusif. Manajemen telah memperpanjang kontrak pemain seusai laga Divisi Utama lalu. “Karena harus tampil di Copa, kamimem perpanjang kontrak pemain. Kami tak ingin faktor ini jadi kendala langkah di Copa,” tutur Imam Sarjono, asisten Manajer Tim.

Kembali ke Trek
Persibo ingin mencetak sejarah sebagai tim di luar kompetisi kasta utama yang bisa menembus semifinal. Sejak CDSSI digelar pencapaian tertinggi kompetisi kasta kedua adalah perempat final, di mana Persebaya melakukan itu pada musim 2004. Prestasi lumayan bagus pun dicapai tim Divisi II Persemalra Tual musim lalu, di mana mereka sukses menembus babak 16 besar sebelum ditaklukkan klub elite Persipura. “Semoga kami bisa lebih baik lagi di banding mereka,” ungkap Sartono.

Namun, Sartono sadar grafik permainan Tim Laskar Wong Kito kembali naik belakangan ini. Setelah terjadi konsolidasi internal, Sriwijaya kembali ke trek. Pekan lalu Zah Rahan cs. menang 4-2 atas klub kuat Shandong Luneng di ajang Liga Champion Asia (LCA).

“Kalau pemain bermain dengan hati yang tenang, apa pun bisa kami lakukan,” ujar Rahmad Darmawan, yang menegaskantimnya akan berupaya keras mempertahankan gelar juara CDSSI musim ini. (Ario Yosia/Gatot Susetyo)

*tabloid bola, selasa 26 mei 2009