Striker Brasil Ikut Seleksi

Luis, striker asal Brasil kemarin (27/10) mengadu nasib mengikuti seleksi di Persibo Bojonegoro.

Dalam catatan Radar Bojonegoro, Luis sebelumnya pernah bermain di klub Divisi I Persim Maros saat ditangani pelatih M. Basri. Saat itu, Luis bergabung di putaran dua dan bermain selama 7 kali. Dia berhasil mencetak empat gol sebelum akhirnya kembali ke Brasil. “Kami masih perlu memantau lagi kemampuannya,” kata pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar.

Dia menuturkan Luis baru datang kemarin siang dan belum bisa dilihat kemampuan maksimalnya. Sehingga untuk memastikan kemampuannya perlu dilihat beberapa hari lagi. Hanya, menurut Sartono, jika dilihat sekilas Luis termasuk pemain bagus. “Tapi kita butuh yang benar-benar bagus,” tegasnya.

Sementara, hari ini mantan striker Persija Jakarta Melky Pekey baru akan menjalani seleksi di tim Persibo Bojonegoro. Menurut Asisten Manajer Bidang Teknis Imam Sardjono, usai dari Kudus pemain asal Papua itu izin ke Surabaya. “Dia menyatakan Rabu (hari ini, Red) akan balik ke Bojonegoro,” kata dia.

Mengenai striker mana yang akan dipilih, pria yang juga pengusaha Saprodi itu menyatakan manajemen menyerahkan sepenuhanya kepada pelatih. Sebab, pelatih yang paling tahu kebutuhan pemain untuk tim. “Karena itu terserah pelatih milih yang mana,” katanya.

Sementara itu, dalam latihan kemarin hanya Perry Sah Kole yang absen. Sebab, sampai kemarin Perry masih berada di Nigeria guna mengurus administrasi untuk bermain di Indonesia.

Pembagian Grup Kembali Mundur
Rencananya, pembagian grup dilakukan Senin (26/10). Namun, PSSI menjadwal ulang pembagian grup hingga pekan depan.

“Paling lambat, kami rilis pembagian grup Divisi Utama Senin depan (2/11),” kata Joko Driyono, CEO PT LI, di Jakarta kemarin (27/10).

Joko beralasan persoalan teknis yang menghambat pembagian grup kompetisi sepak bola kasta kedua tanah air itu. Pihaknya masih menanti kepastian keikutsertaan Persis Solo dan Persigo Gorontalo. Begitu pula persoalan dualisme Persikad Depok yang belum juga kelar.
(ade/jpnn)