Sukses Bekuk Solo FC

Liga Primer Indonesia: Persibo vs Solo FC 2-1
Persibo Bojonegoro mengungguli tamunya Solo FC dengan angka tipis 2-1 (2-1), dalam laga lanjutan kompetisi LPI di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro, Sabtu sore.

Pada menit awal, tim tamu langsung mengebrak dan berhasil membobol pertahanan Persibo, lewat pemainnya Stevan Racic, dari luar kotak penalti.

Medeiros Wallacer, Persibo vs Solo FC

Ketika itu, Racic yang berada di luar kotak penalti dengan mudah melepaskan tembakan dan bola gagal diamankan penjaga gawang Persibo, Wahyudi.

Tertinggal 0-1 Persibo berusaha menguasi keadaan dan terus melakukan tekanan, hingga akhirnya berbuah lewat tendangan Dicky Firasat, menit ke-38.

Dicky yang mendapatkan umpan dari Kim Kang Hyun, langsung menyarangkan bola ke pojok kiri dan penjaga gawang, Aleksandaer Vrteski, gagal mengantisipasi bola.

Kedudukan imbang 1-1, tidak bertahan lama, hanya bertahan satu menit. Lewat sundulan kepala penyerang andalan Persibo, Samsul Arif, berhasil mengecoh penjaga gawang Solo FC. Samsul yang mendapatkan umpan dari Novan Setya Sasongko, dengan mudah menyarangkan bola ke gawang Solo FC.

Kedudukanpun berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Solo FC berusaha bangkit dan melakukan tekanan, sejumlah peluang gagal dimaksimalkan anak asuh Branko Babic.

Pertandingan yang disiarkan langsung Indosiar itu berlangsung seru. Kedua kesebelasan silih berganti melakukan serangan. Tuan rumah tampil dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki. Sedangkan tim tamu mengandalkan umpan-umpan panjang dan serangan balik.

Zoran Karadzic mengatakan, sebenarnya permainan timnya lebih baik pada babak kedua. “Saya ucapkan selamat untuk Persibo atas kemenangan ini,” ujar asisten pelatih Solo FC itu. Zoran juga tak mau mempersoalkan wasit yang memimpin pertandingan. “Saya kira hasilnya sudah sangat fair,” katanya. Menurut Zoran, kekalahan timnya lebih disebabkan banyaknya pemain yang cidera.

Sementara Luciano Leandro mengungkapkan, pemainnya sempat bingung dengan dua pemain Solo FC yang tubuhnya cukup tinggi dan menggebrak pada menit awal. “Saya minta agar ada pemain yang menjaga dua pemain itu sehingga geraknya bisa dibatasi,” kata asisten pelatih Persibo asal Brasil itu.

Yang juga membingungkan Luciano adalah formasi permainan Solo FC yang kerap berubah. “Terkadang 3-5-2, lalu bisa 4-3-1-2,” ujar Luciano. Namun, ia cukup puas dengan permainan anak asuhnya.

Yang perlu diperbaiki nanti adalah permainan bola-bola pendek dari kaki ke kaki. “Karena minggu depan kami menghadapi musuh yang cukup berat, Persema,” katanya.(antara/ligaprimer)