Tak Masalah Ganti Lawan

Manajemen Persibo Bojonegoro memilih bersikap menerima pembagian wilayah kompetisi divisi utama tahun ini. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini tak memermasalahkan keputusan PT Liga Indonesia yang hanya sehari merubah lagi komposisi tim dalam pembagian wilayah.

“Kita nggak ada masalah,” kata Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono.

Dia menjelaskan, sejak awal Persibo siap bergabung di wilayah dua atau wilayah tiga. Dua wilayah itu sebelumnya diprediksikan bakal dihuni klub-klub yang berada di wilayah Indonesia timur. Selama ini, kata Sardjono, Persibo juga telah membuat perencanaan, salah satunya kebutuhan dana apabila berkompetisi di wilayah timur.

Jika saat ini Persibo tetap berada digurp timur, lanjut dia, maka berarti sudah sesuai dengan rencana semula. Dia menuturkan, dengan mengetahui tim yang bakal menjadi lawan Persibo, maka manajemen bisa segera bersikap. Di antaranya, mulai mengamati kekuatan calon lawan. “Termasuk adanya beberapa tim yang mempunyai materi bagus seperti Persiram Raja Ampat Papua,” katanya.

Sardjono menjelaskan, sejak awal Persibo telah menargetkan lolos ke superliga. Karena itu, semua persiapan dan pemetaan lawan harus dilakukan sedini mungkin. “Secara kebetulan juga kita pernah beruji coba dengan beberapa tim sesama divisi utama yang saat ini berada dalam satu grup,” ujarnya.

Menurut Sardjono, manajemen tim saat ini masih menunggu jadwal resmi dari PT Liga Indonesia. Dia juga ingin mengetahui kepastian tim yang dikabarkan mundur dari pentas divisi utama.

Dalam dua kali jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia, Persibo berada di wilayah III. Jadwal awal, Persibo bergabung dengan PSIS Semarang, PPSM Sakti Magelang, PSIM Jogjakarta, PSS Sleman, dan Persigo Gorontalo. Kemudian Persibom Bolmong, Mojokerto Putro, Persiram Raja Ampat, Perseman Manokwari, PSBI Blitar, dan Persipro Probolinggo. Dari penghuni wilayah ini, Persibom dikabarkan mengundurkan diri.

Sementara dalam rilis terbaru PT Liga Indonesia, posisi PSIS dan PPSM dirotasi. Klub yang musim lalu terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) dan promosi dari divisi I itu digantikan PSIR Rembang dan Persiku Kudus. (ade/jpnn)