Tanpa Didampingi Manajemen

Tour Persibo di Papua
Perjuangan tim Persibo Bojonegoro dalam lawatan ke Papua melawan Perseman Manokwari dan Persiram Raja Ampat akan semakin berat. Sebab, perjuangan mereka dalam dua laga away di pulau paling timur Indonesia tersebut tanpa didampingi manajemen. Pertimbangannya, untuk efisiensi pengeluaran.

Asisten Manajer Persibo Bidang Keuangan Abdul Mun`im mengatakan, jika ada dari jajaran manajemen yang ikut, tentu akan menambah beban anggaran. Sebab, untuk perjalanan pulang pergi ke Papua saja membutuhkan dana hampir Rp 10 juta per orang.

Itupun belum termasuk akomodasi selama disana. “Intinya semangat kita adalah efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, itu bukan berarti tim Persibo bisa seenaknya bermain. Sebab, sebagai pemain profesional, mereka tetap dituntut meraih prestasi maksimal dalam laga tersebut. “Sebagai pemain profesional, mestinya mereka juga tahu apa yang harus dilakukan,” kata Mun`im.

Dia mengakui, beban biaya away ke Papua memang sangat besar. Namun, itu bukan berarti menjadi penghalang, sehingga manajemen dalam tour tersebut tak berangkat. “Tapi intinya nggak masalah sementara hak pemain tetap kita berikan,” tegasnya

Sementara itu, jumlah personel yang diboyong dalam tour itu ada 23 nama. Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya pemain, tiga pelatih, dan dua bagian perlengkapan. “Kalau-nama-namanya siapa, tunggu dari pelatih saja,” elak Mun`im.

Pelatih Persibo Sartono Anwar menyatakan belum menentukan siapa-siapa pemain yang bakal berangkat. Sebab, dia masih terus memantau kesiapan pemain. Terutama fisik dan mental pemain. Yang jelas, Sartono tidak mempermasalahkan pemunduran jadwal sehari laga Persibo. “Nggak ada masalah, kita siap saja,” tegasnya. (ade/jpnn)