Targetkan Pendapatan Tiket Rp 2 Miliar per Musim

Manajemen Persibo Bojonegoro menargetkan pendapatan dari pemasukan tiket sebesar Rp 2 miliar per musim. Dana pemasukan ini akan dikumpulkan untuk kelangsungan tim, setidaknya lima tahun ke depan.

Selama ini anggaran untuk keberlangsungan Persibo Bojonegoro berasal dari Konsorsium Liga Primer Indonesia. Anggaran tersebut di antaranya untuk sewa mess Persibo, sewa Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro, belanja pemain, gaji seluruh pemain (rata-rata Rp 1 miliar per bulannya) dan kebutuhan operasional lainnya.

Komisaris Persibo Bojonegoro, Imam Sarjono, mengatakan target pendapatan dari tiket dan lain-lain, seperti sponsor, sudah diperhitungkan tahun ini. Jika melihat jumlah penonton di putaran pertama LPI, rata-rata cukup tinggi. Setidaknya, dari sekitar 8 ribu hingga 9 ribu tiket, rata-rata terjual 70 persen hingga 75 persennya.

Imam mengharapkan pada akhir putaran LPI nanti target untuk memperoleh Rp 2 miliar bisa tercapai. Apalagi dalam perkembangan terakhir, ada tren peningkatan penggemar klub sepak bola berjuluk Laskar Angling Darmo ini. “Anggaran ini, akan terkumpul, untuk masa depan club,” katanya kepada Tempo, Selasa 24 Mei 2011.

Setidaknya, selama lima tahun, atau masa kontrak dengan Konsorsium LPI, manajemen Persibo sudah punya dana simpanan. Kemudian dana tersebut nantinya untuk kebutuhan klub, termasuk pembinaan pemain muda, U21, dan lainnya. “Obsesi kita seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, penasihat Persibo Bojonegoro, Letnan Kolonel Taufik Risnendar, mengatakan tim ini sudah bisa menunjukkan kemandiriannya. Setidaknya setelah tidak lagi mendapatkan suntikan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Bojonegoro, terakhir tahun 2010. Kemudian ditandai masuknya Persibo ke LPI dan keluar dari Liga Super Indonesia, tim berkostum oranye ini, kian solid.(tempointeraktif.com)