Taufik: Yang Banci Siapa, PSSI atau LPI?

Pernyataan Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang menganggap Liga Primer Indonesia (LPI) banci, ditanggapi serius oleh manajemen Persibo Bojonegoro. Klub yang sudah memastikan keluar dari ISL itu balik bertanya, yang banci PSSI atau LPI.


“Saya justru ingin bertanya, yang banci PSSI atau LPI sebenarnya. LPI tujuannya kan baik, dan PSSI sebagai induk sepak bola di Indonesia selama ini sepertinya kebakaran jenggot, selalu menyudutkan LPI,” kata manajer Persibo Taufik Risnendar kepada detiksurabaya melalui sambungan telepon, Jum’at (31/12/2010).

Taufik yang tercatat sebagai Komandan Kodim 0813 Bojonegoro juga mengatakan, sangat disayangkan orang sekelas Nugraha mengeluarkan pernyataan yang sangat buruk atas penilainnya terhadap LPI. Dia beranggapan LPI tidak ada salahnya dijalankan di Indonesia karena sama sekali tidak bertentangan dengan statuta FIFA seperti yang dijadikan alasan PSSI dalam menyampaikan tentangannya.

“Jangan bodohi masyarakat. Berikan penjelasan yang benar tentang statuta FIFA itu. Yang saya tahu tidak ada satupun statuta FIFA yang melarang ada kompetisi berbeda dalam satu organisasi sepak bola sebuah negara,” sambung Taufik.

Bukti lain LPI tidak melanggar statuta diungkapkan Taufik, yakni pembiaran PSSI atas bergulirnya pra musim LPI beberapa saat lalu di Semarang.

“Mereka membiarkan, itu artinya mereka kan mengizinkan LPI bergulir. Kalau sekarang mengatakan melanggar, itu pasti hanya akal-akalannya PSSI saja,” tegasnya.

Terkait pemberian sanksi oleh PSSI kepada setiap klub yang membelot ke LPI, dengan tegas Taufik mengakut idak khawatir. Bahkan dengan keluar dari ISL, Persibo diakuinya sudah siap lahir batin dengan segara resiko yang didapatkan.

“Ini bukan keputusan saya. Bapak Bupati, elemen klub dan semua suporter tahu serta mendukung keputusan kami keluar dari ISL. Artinya, apapun sanksi yang diberikan, kami siap,” tandas Taufik.(detik)