Tender I Belum Kelar, Pesimis Stadion Bisa Dipakai

Hingga kini proses renovasi stadion Letjen H Soedirman Kota Bojonegoro terus dikebut pengerjaannya. Namun, berbagai pihak mulai pesimis jika pada laga di awal-awal Indonesia Super League (ISL) sudah bisa ditempati untuk home Persibo Bojonegoro.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra, kepada beritajatim.com, Senin (2/8/2010) menyebutkan, jika sejauh ini renovasi untuk dalam stasion sudah hampir kelar.

Saat ini, proses tender pertama untuk pengadaan dan pembangunan empat titik lampu stadion sudah diselesaikan. Tinggal proses evaluasi dan juga penyelesaian. “Mungkin minggu ini untuk tahap pertama sudah akan diketahui siapa pemenang tendernya,” kata Andi.

Jika sudah selesai, maka untuk proses tahap kedua sudah bisa dilakukan, setelah rekomendasi dari Tim Anggaran maupun Badan Anggaran DPRD Bojonegoro sudah turun. “Rekomendasi tersebut yang masih kita tunggu, sebab untuk anggaran kedua baru akan dibahas di PAPBD 2010 nanti,” tegasnya.

Jika telah keluar, berarti pada PAPBD 2010 sudah pasti akan dianggarkan. Sehingga, proses tender sudah bisa dimulai pada minggu setelah ini. Ditanya mengenai kepastian bisa dipakai atau tidaknya stadion pada laga awal ISL di Bojonegoro ? Andi mengaku pesimis hal itu bisa dilakukan. “Sejak awal sebenarnya kami sudah pesimis. Sebab, waktu yang cukup dekat membuat pengerjaan membutuhkan waktu yang ekstra,” terangnya.

Selain itu, kapan pastinya ISL musim ini dilakukan juga belum ada kepastiannya. Sehingga, pihaknya masih akan tetap berusaha semaksimal mungkin bisa segera menyelesaikan pemasangan lampu berstandart Badan Liga Indonesia (BLI).

Menurut Andi, selain lampu stadion yang sudah keluar atensinya sejak lama, masih banyak beberapa perangkat lain yang akan dibenahi. “Termasuk rumput, loket yang terpisah dengan stadion, tempat duduk dan beberapa kelengkapan lainnya,” sambungnya.

Dijelaskan, jika saat ini proses anggaran Rp 5,3 miliar pada PAPBD 2010 sedang dibuat rekomendasi untuk segera bisa ditenderkan. Sementara itu untuk Rp 4 miliar yang sebelumnya sudah diproses. (dul/kun/beritajatim.com)