Tetap Bermain Maksimal

Piala Indonesia: Bontang FC vs Persibo 1-2
Persibo Bojonegoro dan Bontang FC menunjukkan harga dirinya hingga titik terakhir. Meski laga tidak lagi menentukan, “Laskar Angling Dharma” menekuk Bontang FC 2-1 (2-0) dalam babak enam belas besar Piala Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Kamis (13/5/10) malam.

Pertarungan kedua tim jauh lebih menarik dan atraktif ketimbang laga Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung yang berakhir 0-0. Gol Persibo dicetak Samsul Huda pada menit ke-27 dan tendangan penalti Pery Sahkolie pada menit ke-40. Sementara gol tunggal Bontang dicetak oleh Kenji Adachihara pada menit ke-79.

Bontang berkesempatan menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-90, namun Kenji yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal melesakkan bola dengan tepat ke gawang Persibo yang dikawal Heri Prasetyo.

Laga yang banyak ditonton oleh petugas polisi yang rehat berlangsung dramatis sejak awal. Setidaknya dua gol Bontang yang dicetak pada menit ke-50 dan 61 oleh CS Geddy dianulir wasit Iis Isya Permana (Indramayu) karena Geddi dinilai offside.

Penalti yang diambil Pery juga sempat diulang karena ada pemain Bontang yang masuk ke kotak putih saat Pery mengeksekusi tendangan.

Kedua tim yang sama-sama tidak punya lagi peluang maju ke babak delapan besar bermain total dan habis-habisan. Mereka bermain lepas dan terbuka tanpa beban.

“Ini soal prestise dan harga diri kami. Kami tim divisi utama bisa mengalahkan tim liga super,” ujar pelatih Persibo Sartono Anwar.

Bontang FC yang sempat tampil masuk angin di babak pertama juga menunjukkan perlawanan sengit di babak dua. Padahal pelatih Bontang, Fachry Husaini, sebelumnya mengatakan tidak akan habis-habisan di laga yang tidak lagi berharga.

“Ini soal harga diri, bagaimanapun mereka pemain profesional. Kalau kalah, tentu ini pukulan besar bagi mereka,” ujarnya.

Jadwal padat dengan waktu rehat singkat memang memengaruhi stamina kedua tim. Namun Persibo dan Bontang menunjukkan bahwa laga tidak boleh dicederai.

“Ini kesempatan bagi pemain untuk mempromosikan namanya juga kan,” lanjut Sartono.