Tetap Naikkan Tiket VIP

Persibo BojonegoroPersibo Bojonegoro memutuskan tetap menaikkan tiket kelas VIP. ”Untuk tiket kelas VIP tetak naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per tiket,” kata Ketua Umum Persibo Letkol Inf Dadang Hendrayudha.

Kenaikan tiket di kelas itu diberlakukan karena penonton mendapatkan kenyamanan dalam menyaksikan laga Persibo. Sementara rencana menaikkan tiket di kelas ekonomi, pengurus Persibo masih mempertimbangkan. Sebab, salah satu kelompok suporter pendukung Persibo, Boromania, keberatan dengan rencana kenaikan harga tiket tersebut.

Dadang menambahkan, pengelolaan tiket di laga-laga mendatang akan dilakukan lebih profesional. Rencananya, tiket bagi penonton menggunakan barcode. ”Agak mahal sedikit (pembuatan tiket barcode), tapi keamanan jelas terjamin dan sangat sulit digandakan,” imbuhnya.

Menurut Dadang, berdasarkan pengalaman, banyak sekali kebocoran di home Persibo menjamu PSIR Rembang. Akibat kebocoran itu, pendapatan panpel jauh menurun. ”Untuk kotor saja Rp 127 juta, padahal sebelumnya pendapatan Rp 113 juta sudah bersih,” ujarnya.

Dia berjanji di laga Persibo berikutnya akan meminta panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persibo bertindak tegas terhadap penonton ilegal. Menurut pria yang juga komandan Kodim 0813 Bojonegoro itu, untuk menuju sepak bola profesional, pendapatan tiket harus dimaksimalkan. Sebab, tahun ini Persibo tidak lagi murni didanai APBD setempat. ”Sehingga pendapatan tiket akan sangat kami butuhkan, selain pendapatan lainnya,” katanya.

Dia berharap dukungan dan kecintaan kepada Persibo ditunjukkan warga Bojonegoro dengan cara membeli tiket resmi. ”Lihat saja sudah banyak pembenahan dilakukan dari pendapatan panpel di Stadion Letjen H Soedirman,” tuturnya.

Dadang menambahkan, hasil pendapatan panpel akan diumumkan secara terbuka, termasuk pengeluarannya. Sehingga, nantinya siapa saja bisa mengecek kemana larinya uang panpel. ”Kami ingin profesional, jadi kami akan sangat transparan sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persibo Kapten Inf Hendy K menjelaskan, kenaikan tiket merupakan usulan dari pengawas pertandingan PSSI. ”Itu usulan mereka, bukan satu dua orang saja yang ngomong dan coba kami terapkan,” katanya.

Hendy menjelaskan, jika ada yang keberatan dengan rencana kenaikan tiket ekonomi, maka hal itu menjadi pertimbangan panpel. ”Kalau yang VIP kami tegaskan tetap Rp 40 ribu,” tuturnya.

Sementara untuk menghindari calo, lanjut dia, pihaknya bakal membuka loket tikat mulai pukul 09.00 di setiap laga home Persibo. Sebelumnya, panpel mulai membuka loket sekitar pukul 12.00. ”Untuk meminimalisasi calo, kami buka lebih awal dengan pembelian dibatasi,” ujarnya. (ade)
(Radar Bojonegoro)