Tiga Klub LPI Jalin Kerja Sama dengan Mitre

Tiga klub di Liga Primer Indonesia (LPI) menandatangani kerja sama dengan perusahaan apparel asal Inggris, Mitre. Ketiga klub tersebut adalah Jakarta FC, Semarang United, dan Persibo. Sebelumnya, Mitre telah menjalin kerja sama dengan Persebaya 1927, Tangerang Wolves, Bali Devata, Bogor Raya, Real Mataram, PSM, dan Aceh United.

Tiga CEO, yakni Ferry Kodrat (Persibo), Aris Mustofa (Semarang United), dan Hadi Basalamah (Jakarta FC), menandatangani kerja sama tersebut dengan pihak Mitre, Rabu (8/6) sore di kantor LPI, The Energy, SCBD, Jakarta.

“Kami bekerja sama dengan 10 klub itu full maupun half endorse,” ungkap Lie Lie Lien, CEO PT Matahari Terbit Indoraya, pemegang lisensi dan distributor resmi Mitre di Indonesia. Semua kebutuhan apparel pemain akan dipasok oleh Mitre, baik dalam laga kandang maupun tandang.

Barang-barang yang dipasok di antaranya jersey, track suit, topi, sepatu latihan, tas travel, apparel home and away, kostum ketiga, training tools, dan lain-lain. Selain 10 klub tadi, Mitre juga menjadikan salah satu produk bolanya sebagai official match ball LPI. Produk Mitre juga digunakan para wasit yang memimpin pertandingan LPI.

Sebagai perusahaan apparel terkemuka di dunia, Mitre memang sudah cukup berpengalaman dalam mensponsori berbagai klub maupun event. Bahkan, bila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis, Mitre termasuk yang tertua karena berdiri sejak 1817.

“Kami sangat senang bekerja sama dengan LPI, karena sesuai dengan bidang kami. Perusahaan kami memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia sepakbola,” ujar Lie Lie Lien. Bahkan, bola Mitre merupakan bola resmi yang digunakan tim nasional Inggris. Bola merek Tensile itu juga yang dipakai untuk laga-laga LPI. Bahkan, bola itu sudah memiliki tulisan Approved FIFA dan logo LPI lengkap dengan motto Change The Game. Mitre juga menjadi sponsor resmi di FA Cup selama 40 tahun, sejak 1966-2006 sebagai official match ball.

Hadi Basalamah mengatakan apparel Mitre memang sangat berkualitas dan ia sudah tahu mutunya. “Jelas kualitasnya bagus, dan terbukti secara internasional,” katanya CEO Jakarta FC itu sai penandatanganan kerja sama di kantor LPI, The Energy, SCBD, Jakarta.

Menurut RLand Inkiriwang, Mitre memang baru masuk ke Indonesia. “Kita masuk ke Indonesia baru tiga tahun. Dan, bukan hanya Indonesia saja, tapi juga Asia,” ujarnya Marketing Communication PT Matahari Terbit Indoraya itu. Sebelumnya, Mitre konsentrasi ke Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Untuk pengembangan ke depan, Mitre akan konsentrasi di bidang olahraga daripada dunia hiburan maupun fesyen. Inilah yang membedakan Mitre dibanding perusahaan-perusahaan apparel ternama sejenis.

Menurut RLand, semua produk Mitre masih impor. Bola dibuat di Pakistan, sedangkan kaos dan apparel lainnya dibikin di China. “Namun, semua desain dan pengembangannya di Inggris, tempat asal Mitre,” ujarnya. Mitre, Speedo, Lacoste, Ellesse, Kickers, dan beberapa produk apparel ternama lainnya berada dalam satu grup, yakni Pentland Group. (Rizki Daniarto/ligaprimer.co.id)