Tiga Komisi Desak Pembangunan Stadion

Komisi-komisi di DPRD Bojonegoro sepakat pembangunan Stadion Letjen H Soedirman dilakukan terlebih dahulu. Sebab, stadion menjadi pokok persoalan sebuah tim bisa menggelar pertandingan di kandangnya sendiri atau tidak.

“Ini merupakan satu-satunya jalan agar pertandingan home Persibo September nanti tetap di Bojonegoro,” kata Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Agus Susanto Rismanto.

Dia menjelaskan, badan anggaran DPRD dan tim anggaran eksekutif harus membuat kesepakatan dulu mengenai pembangunan stadion yang ada di Jalan Lettu Suwolo tersebut.

Agus menuturkan, jika menunggu pembahasan PAK, maka pembangunan stadion tak bisa dipercepat. Baru Desember nanti bisa dilaksanakan pembangunan stadion tersebut. Jika itu terjadi, maka Persibo bakal tak bisa menggelar pertandingan home di Bojonegoro di ajang Indonesia Super League (ISL) musom depan. “Tentu yang rugi adalah semua, termasuk masyarakat Bojonegoro sendiri. Sekarang tinggal eksekutif bagaimana,” tuturnya.

“Kami setuju ada kesepakatan dulu antara badan anggaran dan eksekutif,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Chisbullah Huda saat dikonfirmasi terpisah.

Dia menuturkan, jika kesepakatan bisa dibuat bulan ini, maka bulan depan pembangunan stadion kebanggaan warga Kota Ledre ini sudah bisa dilakukan dan selesai September. Sehingga, nantinya Persibo tak perlu menjalani pertandingan home di luar Bojonegoro.

Chisbullah menjelaskan, sepakbola menjadi olahraga yang memasyarakat. “Ya harus segera dilakukan (pembangunan stadion) dan tak boleh ditunda-tunda lagi,” katanya.

Dia menambahkan, sampai saat ini LKPJ dari eksekutif belum juga diserahkan. Padahal, untuk membahas PAK, LKPJ harus diserahkan dulu. Karena itu, perlu langkah konkrit terkait masalah Persibo.

“Termasuk lampu stadion juga harus segera ditambahi,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Bojonegoro Zainurri.

Menurut dia, tak ada masalah dibuat kesepakatan terlebih dahulu agar stadion bisa segera dilengkapi fasilitasnya sesuai standar yang ditentukan PT Liga Indonesia. Zainurri menuturkan, langkah ini merupakan satu-satunya solusi. Menurut dia, komisinya siap memberikan dukungan penuh agar stadion bisa segera standar sesuai persyaratan dari PT Liga Indonesia. (ade/yan/jpnn)