Tiga Poin di Kandang

-Persibo Bojonegoro sukses menjinakkan Pesiraja Banda Aceh dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Letjen H Sudirman, Bojonegoro, Sabtu (10/12) sore. Dua gol Persibo dilesakkan striker timnas senior Samsul Arif menit 14 serta Mekan Nasirov menit 17. Ini merupakan kemenangan pertama tim tuan rumah setelah bermain imbang 0-0 melawan Semen Padang pada pertandingan sebelumnya, Minggu (27/11).

Mengandalkan Samsul Arif, Jairon Feliciano dan Wahyu Teguh di lini depan, Persibo tampil trengginas sejak wasit Juhandri Setiana meniup peluit kick off. Meski begitu justru gelandang Persiraja Diallo Abdollaye Djibril yang membuka peluang di menit 9, tapi tendangannya masih bisa ditepis Fauzi Toldo. Satu menit kemudian giliran Jairon yang membuat repot kiper Persiraja, Yudha Andika, lewat sepakan kerasnya.

Persiraja tak butuh waktu lama untuk mencetak gol pembuka. Berawal dari serangan dari sayap kanan, Edy Sibung Sukamto lantas melepaskan umpan lambung ke mulut gawang lawan. Samsul Arif yang berdiri bebas meyambut dengan tendangan first time dan langsung menembus sisi kiri gawang Persiraja. Tiga menit kemudian Mekan Nasirov menggandakan keunggulan tuan rumah lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Tertinggal dua gol tidak membuat Persiraja patah arah. Abdul Musawir dan kawan-kawan terus memberikan perlawanan, namun ketatnya benteng tuan rumah yang dikomandoi Hari Syahputra membuat upaya mereka tidak membuahkan hasil. Memasuki babak kedua Persiraja menarik AbdollayeDjibril dan memasukkan striker Syakir Sulaiman. Nyatanya pergantian ini tidak terlalu berpengaruh karena Persiraja lebih banyak kalah dalam pertarungan di lini tengah.

Tuan rumah sebenarnya punya peluang menambah setidaknya dua gol lewat Wahyu Teguh. Sayang tendangan second striker Persibo itu bisa diblok kiper lawan, dan pada kesempatan kedua masih membentur tiang. Alhasil hingga laga usai skor tidak berubah. Pertandingan yang disaksikan sekitar 5.000 boromania itu berlangsung cepat dan cenderung keras hingga memaksa wasit mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah untuk defender Pesiraja, Irwanto.

Pemain bernomor punggung 30 itu diusir keluar lapangan lantaran mencocor perut Jairon Feliciano sehingga tergeletak dan mengerang kesakitan. “Sebuah pertandingan yang sulit. Persiraja memberikan perlawanan keras dan tidak kenal lelah. Untung pemain kami disiplin sehingga tidak sampai kebobolan,” tutur pelatih Persibo Paulo Camargo usai laga.

Paulo mengakui, absennya stopper sekaligus kapten tim, Aries Tuansyah, Lexe Anderson, serta striker Bijahil Calwa membuat kekuatan Persibo agak berkurang. Beruntung pemain pengganti yang diturunkan menunjukkan kemampuan maksimal. “Saya ucapkan terimakasih kepada pelatih fisik kami, karena berkat dia pemain Persibo bisa tampil disiplin sepanjang pertandingan,” sambungnya.

Disinggung soal Jairon Feliciano yang rajin melakukan tusukan tapi jarang melepaskan tembakan ke gawang, Paulo berdalih apa yang dilakukan pemain asal Brasil itu lebih untuk kepentingan tim. “Tak ada yang meragukan kapasitas Jairon sebagai striker. Tapi hari ini dia bermain untuk tim, tidak peduli walau dia tidak bisa mencetak gol,” papar mantan pelatih Tangerang Wolves itu.

Sesalkan Kartu Merah

Dalam kesempatan sama asisten pelatih Persiraja Fajar Budianto menyesalkan hukuman kartu merah yang diterima Irwanto di menit 81. Kata dia, tidak seharusnya wasit mengusir pemain belakang tersebut. “Dia cuma mencocor bola, jadi tidak ada maksud melanggar pemain lawan,” katanya. Fajar juga tidak habis pikir dengan tindakan wasit yang gampang sekali mengeluarkan kartu kuning untuk pemainnya.

“Sedikit saja bikin pelanggaran pemain kami langsung diberi kartu. Kalau pemain pawan, Anda bisa lihat sendiri,” sambungnya. Atas kejadian itu pihaknya bertekad melakukan “pembalasan” saat Persibo bertandang ke Banda Aceh pada kompetisi putaran kedua nanti. “Kami akan membalasnya dengan mempertontonkan permainan yang fair play,” tegas Fajar.

Tapi dengan jantan dia mengakui timnya memang pantas kalah dari Persibo. Dua gol yang tercipta di menit-menit awal membuat Abdul Musawir dan kawan-kawan kaget. “Mereka kurang konsentrasi sehingga terjadilah gol itu. Setelah itu kami berusaha memberikan perlawanan keras, termasuk ketika pada akhirnya kami harus main dengan 10 orang,” katanya.

Seperti halnya Persibo, kekuatan tim tamu juga banyak tereduksi menyusul absennya enam pemain itu. Mereka adalah Amiruddin (kiper), Imral Usman, Qadar Usman, Yudi Khairudin, serta duet asing Patrick Ghigani dan Alejandro Febre Santis yang ITC (International Transfer Certificate)-nya belum rampung. (Sumarlin)

Susunan Pemain

Persibo: Fauzi Toldo (G), Aang Suparman, Hari Syahputra, Sigit Mieko, Novan Setia, Edy Sibung Sukamto/Syahroni (85′), Gustavo Hernan Ortis, Mekan Nasirov, Wahyu Teguh/Iskandar (72′), Samsul Arif (C), Jairon Feliciano/Jajang Paliama (87′). Pelatih: Paulo Camargo.

Persiraja: Yudha Andika (G), Irwanto, Yusrizal, Andrea, Gilang Angga Kusuma/Ramadhan (74′), Erik Saputra/Guntur (72′), M Nasir, Abdul Musawir (C), Diallo Abdollaye Djibril/Syakir Sulaiman (45′), Defri Rizky, Fahrizal Dillah. Pelatih: Herry Kiswanto.
(http://ligaprima.co.id/node/1576)