Tiga Teguran Kasus Rufus dan Sanksi untuk Persibo

Protes atas penggunaan pemain tidak sah di Divisi I yang diletupkan kubu Persibo Bojonegoro dituntaskan komisi disiplin (komdis) PSSI. Tak ada sanksi keras yang dijatuhkan oleh badan judisial PSSI itu terhadap beberapa pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

Ketua Komdis Hinca Panjaitan mengungkapkan, pihaknya hanya memberikan sanksi berupa teguran terhadap dua klub yang terlibat dalam transaksi Rufus Armah Salue asal Liberia, yaitu Persid Jember dan PS Mojokerto Putra (MP). Satu pihak lainnya adalah agen yang mengatur kepindahan Rufus yakni agen Eddi Syahputra yang berbendera Ligina Sportindo.

“Ketiganya kami berikan teguran keras yang berisi peringatan, sesuai Pasal 64 Kode Disiplin PSSI. Ini karena kelalaian yang telah diperbuat masing-masing pihak untuk masalah tersebut,” ujar Hinca.

Menurut Hinca, meski sanksi hanya bersifat peringatan, hal itu hendaknya menjadi perhatian serius bagi ketiga pihak tersebut. Selain itu, sanksi teguran terhadap Eddi, tambah Hinca, merupakan kali pertama terhadap agen.

” Ini membuktikan penegakan disiplin juga berlaku pada semua komponen, termasuk agen pemain,” tambahnya.

Lebih lanjut Hinca menerangkan, kasus ini bermula dari lambatnya Persid mengurus kepindahan Rufus dari MP. Sementara, MP sendiri juga menghambat proses kepindahan tersebut. Hal tersebut memicu kubu Persibo melayangkan protes dan mendengungkan kabar Persid menggunakan pemain tidak sah.

“Persibo akan mendapatkan keuntungan jika isu penggunaan pemain tidak sah itu benar terjadi,” jelasnya.

Untuk Eddi, kesalahan yang ditimpakan kepadanya adalah tak mengurus pemain yang dalam kewenangannya dengan benar. Bahkan, dia melemparkan tanggung jawab pada sub agen untuk meneruskannya.

“Penggunaan sub agen ini tidak dibenarkan. Kami harap hal itu tak akan diulanginya di masa yang akan datang,” tutur HInca.

Selain itu, Persibo dikenai denda sebesar Rp 20 juta oleh Komdis PSSI akibat adanya pelemparan-pelemparan yang dilakukan penontonnya saat menjamu PSIR Rembang, pada pertemuan kedua tim pada gelaran kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2007, 27 Juni lalu.

Kasus yang terjadi dalam pertandingan antara Persibo Bojonegoro dengan PSIR Rembang ini dibahas dalam sidang Komdis pada Selasa (24/7) lalu di sekretariat Badan Liga Indonesia (BLI), Kuningan. Dalam membahas kasus ini, sidang Komdis telah meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait. Antaranya, HM Budi Rijadi, pengawas pertandingan (PP) dari Bogor, Untung Suhendra, wasit dari Yogyakarta, ketua panpel Persibo, serta masing-masing seorang pemain dari Persibo dan PSIR, Varne Pas Boakay dan Abou Now.

Pemain dari PSIR Rembang, Abou Now, berdasarkan laporan PP Budi Rijadi pada menit ke-58 telah melakukan pemukulan terhadap Varne Pas Boakai dari Persibo. Karena perilakunya yang tak terpuji itu, Abou Now langsung diganjar kartu merah oleh wasit Untung Suhendra.

Dalam sidang Komdis, kartu merah untuk Abou Now dianggap sudah setimpal dengan kesalahannya sehingga pemain asal Nigeria itu tidak memperoleh hukuman tambahan lainnya. Hukuman berupa denda justru dijatuhkan kepada panpel tim tuan rumah yang dianggap lalai untuk mencegah pelemparan-pelemparan batu dan benda-benda lainnya ke tengah lapangan dan tempat duduk pemain cadangan PSIR Rembang, menyusul terjadinya insiden kartu merah untuk Abou Now.

Hasil Sidang Komdis

1. Pertandingan Persibo Bojonegoro v PSIR Rembang 27 Juli (Divisi I)

– Panpel Persibo dianggap tak mampu mencegah aksi pelemparan yang dilakukan oleh penonton seusai laga. Mereka dianggap melanggar Pasal 113 (mengganggu ketertiban dan keamanan) juncto Pasal 61 ayat 2 PSSI. Untuk itu mereka dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 20 juta

– Kartu merah yang diterima oleh Varne Pas Boakay (Persibo) dan Abou Now (PSIR) sudah setimpal dan tak ada hukuman tambahan.

2. Protes Persibo Bojonegoro atas status Rufus Armah Salue di Persid Jember.

– Komdis memberikan teguran keras kepada tiga pihak yang terlibat, yaitu agen Eddi Syahputra (Ligina Sportindo), PS Mojokerto Putra (tim asal) dan Persid Jember (tim yang dituju) atas kelalaian masing-masing sesuai Pasal 64 Kode Disiplin PSSI.
(sumber : Indopos.Co.Id)

One Response to “Tiga Teguran Kasus Rufus dan Sanksi untuk Persibo”

  1. Vikhas mochammed
    August 27, 2008 at 10:20 am #

    menurut saya , seharusnya komdis lebih keras dalam mengambil keputusan . Karena dengan kejadian tersebut banyak pihak yang rugi . yaitu dari kubu tim tamu . Sebaiknya tim tuan rumah dapat menjaga emosi

    [Reply]

Leave a Reply