Topi Sartono Terinspirasi Helmut Schon

SARTONO Anwar punya penampilan unik saat bertugas di pinggir lapangan. Pelatih Persibo Bojonegoro itu selalu mengenakan topi. Bukan topi yang bentuknya umum. Yang dikenakan Sartono adalah topi jenis bareta. ”Saya mengenakan topi seperti ini sejak 1975,” kata Sartono.

Tentu bukan tanpa alasan kalau dia memilih topi jenis itu. Menurut Sartono, pilihannya mengenakan topi tersebut terinspirasi oleh Helmut Schon, pelatih timnas Jerman pada 1970-an. Pelatih yang mengantarkan Jerman (Barat) menjadi juara dunia 1974 tersebut memang memiliki penampilan khas. Yakni, mengenakan topi jenis bareta.

”Saat melihat Helmut Schon mengenakan topi itu, saya kemudian ingin mencobanya dan ternyata cocok sampai sekarang,” ungkap Sartono.

Nah, sejak saat itu, Sartono setia dengan topi baretanya. Nyaris di semua kesempatan, ayah pemain nasional Nova Arianto tersebut memakai topi. Apalagi ketika mendampingi tim asuhannya bertanding. Topi adalah aksesori wajib bagi Sartono.

Mantan pelatih PSIS Semarang itu menyatakan tidak bisa lepas dari topi. Bahkan, banyak orang yang tidak mengenalnya jika tidak mengenakan topi. ”Jadi, sudah menjadi identitas. Kalau saya nggak pakai, pada nggak tahu kalau saya ini Sartono Anwar,” katanya lantas tertawa.

Karena itu, Sartono tak hanya memiliki satu topi. Dia memiliki koleksi dengan berbagai warna. Dia tak ingat lagi berapa topi yang dibelinya. Tak jarang, karena topi miliknya sudah rusak, Sartono pun membuangnya.

Meski cinta topi, ternyata Sartono tak melulu memakai penutup kepala itu. Ada satu tempat yang dia tidak pernah memakai topi. ”Kalau pas di rumah, saya tidak pakai topi. Sebab, kalau dipakai terus seperti Tino Sidin,” kelakarnya.

Sartono tidak sembarangan dalam memakai topi. Dia menyesuaikan warna. Saat latihan, dia lebih sering memakai topi putih. Tapi, lain lagi saat pertandingan. Dia juga menyesuaikan warna klub yang dilatihnya. Karena warna kebesaran Persibo adalah oranye, Sartono pun memakai topi oranye