Ungkit Insiden Lawan Persema

Polres Bojonegoro Panggil Subangkit
Kericuhan yang mewarnai laga Persibo melawan Persema di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, 8 Maret lalu berbuntut. Kemarin (25/3) Polres Bojonegoro memanggil pelatih Persema Subangkit untuk dimintai keterangan soal pelemparan yang mengakibatkan kepala Danur Dara, asisten pelatih Persema, bocor. Danur bahkan dirawat di rumah sakit dan menerima sepuluh jahitan.

Subangkit datang ke Polres Bojonegoro sekitar pukul 13.00 dengan didampingi pengurus Persema Wahyu Dewanto. “Saya dipanggil sebagai saksi kasus pelemparan karena melihat langsung kejadian itu,” jelas Subangkit saat dihubungi lewat ponselnya kemarin.

Dalam pemeriksaan oleh penyidik Polres Bojonegoro tersebut, kurang lebih 30 pertanyaan dilayangkan kepada Subangkit. “Inti pertanyaan yang dilontarkan kepada saya adalah kasus pelemparan,” tutur mantan pelatih timnas U-16 tersebut.

Pelatih asal Pandaan itu menyatakan memang melihat langsung pelemparan oleh Boromania, suporter Persibo, tersebut. Tapi, dia mengaku tidak tahu pasti pelempar itu. Sebab, saat kejadian, lebih dari satu orang yang melempar batu sebesar genggaman tangan orang dewasa.

Dengan diteruskannya kasus tersebut hingga meja hijau, Subangkit berharap polisi benar-benar bersikap adil dalam menentukan langkah. Sebab, terus berjalannya pengungkapan kasus tersebut bisa menjadi shock therapy bagi suporter lain yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian dalam laga antara Persibo melawan Persema, Malang di stadion Letjen H. Soedirman tersebut, diawali dari ulah Asisten Pelatih Kiper Persema, yang memancing para suporter Persibo melempari berbagai benda ke tengah lapangan.(yon/abm/jpnn/ko)